SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA) kembali mengukuhkan taringnya di kancah internasional. Melalui ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Siswa Smansa (KISS), dua tim hebat berhasil memboyong dua medali emas sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 21 Desember 2025.
Prestasi gemilang ini diraih dari dua kategori berbeda, yakni Functional Food dan Applied Environment Science, membuktikan bahwa inovasi siswa SMANSA mampu menjawab tantangan kesehatan global dan kelestarian lingkungan.
Inovasi SECANGPAY: Solusi Cerdas Cegah Stunting
Tim pertama yang beranggotakan siswa kelas XI (Anak Agung Istri Agung Nayaka Sansika dkk.) sukses memukau juri di kategori Functional Food. Mereka menciptakan SECANGPAY, sebuah bubuk serbaguna berbahan dasar ekstrak kayu secang dan tepung biji pepaya.
Produk ini dirancang khusus untuk memutus rantai infeksi cacing gelang (roundworm) yang menjadi salah satu pemicu utama stunting di Indonesia. Keunggulannya, bubuk ini sangat praktis karena dapat diolah ke dalam berbagai jenis makanan sehingga mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

LERAMORA: Sabun Kertas Organik dari Bahan Lokal
Tak mau kalah, tim kedua yang beranggotakan siswa kelas X (Anak Agung Ngurah Danendra Pranaja Kusuma dkk.) berhasil meraih emas di kategori Applied Environmental Science. Mereka menghadirkan LERAMORA, sabun kertas organik yang memanfaatkan buah lerak, minyak atsiri kamboja, serta limbah kulit jeruk.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya penggunaan sabun berbahan kimia. LERAMORA hadir sebagai solusi ramah lingkungan dengan kemasan yang sangat praktis (travel-friendly), membuktikan bahwa riset siswa kelas X pun mampu bersaing di level internasional.
Proses penelitian ini tidaklah instan. Kedua tim melalui perjuangan panjang sejak bulan September 2025. Uji coba dilakukan di laboratorium ternama seperti Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa untuk memastikan kualitas produk (uji pH, viskositas, hingga aktivitas antioksidan). Di bawah bimbingan Ibu Luh Asri Martani, S.Pd., para siswa diasah kemampuannya dalam menyusun naskah ilmiah dan teknik presentasi.
Meskipun sempat menghadapi tantangan teknis dan kendala bahasa Inggris, kekompakan tim menjadi kunci utama kelancaran presentasi di hadapan juri internasional secara langsung (luring) di kampus UGM.
"Kami sangat bangga dan terharu. Sebagai angkatan junior, keberhasilan ini adalah bukti bahwa kami siap melanjutkan estafet prestasi kakak kelas di SMANSA," ungkap perwakilan tim kelas X.
Pihak sekolah berharap penelitian ini tidak hanya berhenti di atas kertas, namun dapat dikembangkan lebih lanjut agar memiliki nilai guna yang luas bagi masyarakat, bahkan berpotensi untuk diproduksi secara massal.
Selamat untuk Tim KISS SMANSA! Teruslah berkarya dan mengharumkan nama sekolah di mata dunia.