Nama SMA Negeri 1 Denpasar kembali bersinar di kancah nasional. Dua ksatria matematika Smansa, I Putu Agnan Prayudha Widiantara dan Evan Aditya Dharmawan, sukses membawa pulang prestasi gemilang dalam ajang bergengsi Gema Lomba Matematika (GLM) Undiksha 2026 yang berlangsung di Singaraja baru-baru ini.
Dalam kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia tersebut, Agnan berhasil meraih Medali Perak (Peringkat 7 Nasional), sementara Evan sukses mengamankan Medali Perunggu (Peringkat 14 Nasional).
Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan mudah. Kedua siswa kelas XI.10 ini harus melewati sistem kompetisi individu yang sangat ketat dan menguras logika:
* Babak Penyisihan: Menghadapi 30 soal pilihan ganda dengan sistem poin yang berisiko tinggi (Benar +4, Salah -1).
* Babak Semifinal: Uji ketangkasan melalui 10 soal speedtest dan 2 soal uraian mendalam.
* Babak Final: Puncak kompetisi dengan 5 soal uraian kompleks yang menuntut analisis tingkat tinggi.
Agnan dan Evan mengakui bahwa momen tersulit adalah saat berhadapan dengan soal yang memiliki "ide tersembunyi".
"Tantangan terbesarnya adalah menemukan ide penyelesaian yang sering kali sangat tersembunyi di balik informasi soal yang diberikan," ungkap mereka.
Di balik medali yang berkilau, ada disiplin baja yang mereka jalani. Persiapan intensif dilakukan selama 5 jam setiap hari, baik melalui bedah buku panduan GLM tahun-tahun sebelumnya maupun bimbingan di tempat les. Dukungan penuh dari orang tua serta pembina Olimpiade Matematika Smansa menjadi bahan bakar utama semangat mereka hingga mencapai babak final dan berhadapan dengan kompetitor tangguh dari berbagai daerah.
Motivasi utama mereka sangat mulia: mewujudkan visi misi SMA Negeri 1 Denpasar untuk terus berprestasi. Menurut mereka, ajang GLM Undiksha bukan sekadar lomba, melainkan wadah krusial untuk mengasah kemampuan akademis karena tingkat kesulitan soalnya yang menantang.
"Perasaan kami sangat senang dan bahagia karena persiapan panjang ini membuahkan hasil. Tips dari kami, selalu maksimalkan menjawab soal yang paling dikuasai terlebih dahulu untuk mengamankan poin," ujar Agnan saat ditanya mengenai strategi di babak final.
Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan batu loncatan. Agnan dan Evan telah membidik tantangan berikutnya, yakni Lomba Logaritma Universitas Udayana serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika.
Keluarga besar SMA Negeri 1 Denpasar mengucapkan selamat atas raihan membanggakan ini. Semoga semangat Agnan dan Evan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa Smansa untuk terus berinovasi dan berprestasi di bidang apa pun.