Siswa-siswi SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Thailand Inventors' Day - IPITEx (International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition) yang berlangsung di Bangkok, Tim Riset Smansa sukses membawa pulang 2 Medali Perak (Silver Medal) dan 1 Medali Perunggu (Bronze Medal).
Inovasi yang dibawakan oleh para siswa ini berfokus pada pemanfaatan bahan alam lokal Bali dan solusi kesehatan kulit yang ramah lingkungan.
Berikut adalah rincian tiga produk inovasi yang berhasil memukau para juri internasional:
1. Medi-Moss: Solusi Kolagen Praktis (Silver Medal)
Tim kelas XI menciptakan "Medi-Moss", tablet effervescent kolagen yang diperkaya dengan Sea Moss (lumut laut). Produk ini berfungsi menjaga elastisitas kulit, kesehatan tulang, dan meningkatkan imunitas.
* Keunggulan: Menggunakan pemanis alami stevia dan limbah kulit jeruk Bali sebagai antioksidan. Bentuk tablet effervescent membuatnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan suplemen biasa.
* Anggota Tim: Putu Ayu Indira Devi Maheswari, Putu Marsantya Ardiayuna, Ayu Anindya Pradnya, Ni Made Raina Anindya Pribadi, Ni Putu Diandra Pradnya Paramitha, dan Ni Putu Keyla Anabel Putri Harimawan.
2. MORA: Pelembap Alami untuk Kulit Atopik (Silver Medal)
Tim kelas X mengembangkan MORA, pelembap khusus penderita dermatitis atopik (kulit sangat kering dan sensitif) yang berbahan dasar ekstrak biji kelor (Moringa Oleifera).
* Keunggulan: Memanfaatkan kandungan antiinflamasi alami dari biji kelor untuk mengurangi iritasi tanpa ketergantungan bahan kimia sintetis.
* Anggota Tim: Putu Ayu Queen Bee Audrea Wibawa Putri, I Made Aristya Dwisaka Wijanatha, I Gusti Ayu Avara Sitha Kayana, Komang Kunjara Gading Kastawan, Komang Candra Padmadewa, Dewa Made Delvin Bevan Ananta Winatha, dan Bagus Ngurah Devdan Artha Prakasha.
3. CIVERA: Sunspray dari Limbah Kulit Jeruk Kintamani (Bronze Medal)
Tim kelas X lainnya menciptakan CIVERA, sunspray anti-aging yang memanfaatkan limbah kulit jeruk Kintamani dan lidah buaya.
* Keunggulan: Memberikan perlindungan UVA/UVB sekaligus sensasi dingin pada kulit. Inovasi ini sekaligus menjawab masalah limbah organik dari sarana upacara adat di Bali.
* Anggota Tim: Rama Monarcho Nugraha Mitra, Dalem Khastara Vinayagar, Gusde Satria Vivecananda, Kadek Sarisha Veda Nalini, Putu Indira Sahanjana Devi, I Gede Arya Dipa Dirgananta, dan I Gusti Ayu Agung Dwiviana Prabahita.
Kesuksesan ini tidak diraih dalam semalam. Para siswa menghabiskan waktu 3 hingga 8 bulan untuk melakukan riset, uji laboratorium di Sekolah, Poltekkes Denpasar, hingga Universitas Udayana. Di bawah bimbingan Ibu Asri (Pembina KISS) dan Ibu Made Linda (Apoteker) para siswa belajar melewati fase sulit seperti trial and error formulasi hingga memastikan sterilitas produk.
Perjalanan menuju podium di Bangkok tidaklah mudah. Seluruh tim harus melewati momen krusial, mulai dari memastikan higienitas pengemasan dua hari sebelum berangkat, hingga menghadapi gugup saat presentasi di depan juri internasional.
"Momen paling sulit adalah saat trial and error adonan tablet yang gagal berkali-kali," kenang salah satu anggota tim Medi-Moss. Namun, rasa lelah itu terbayar tuntas saat medali dikalungkan di panggung internasional.
Ketiga tim sepakat untuk tidak berhenti di sini. Dengan dukungan penuh dari sekolah, produk-produk ini rencananya akan dikembangkan lebih lanjut, diajukan hak patennya, hingga diupayakan untuk bisa diproduksi secara massal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"Kami merasa sangat bangga dan terharu bisa mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional. Meski kompetisi di Bangkok sangat ketat, pengalaman ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan produk ini hingga mendapatkan hak paten dan diproduksi massal," ungkap salah satu perwakilan tim.
Kepala SMA Negeri 1 Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa dan pembina yang telah bekerja keras. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa Smansa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kreatif dalam menciptakan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan dan kesehatan di masyarakat.
Selamat untuk para pemenang! Teruslah berkarya dan menginspirasi!